Wahai saudaraku ku tulisan ini sebagai nasehat untukku dan untukmu tentang
apa yang harus kita
persiapkan atau kita lakukan bagi kita yang berjumpa di bulan Ramadhan ada beberapa pesan dan nasehat untuk kita semua dengan harapan kita melewati ramadhan ini lebih berarti.
persiapkan atau kita lakukan bagi kita yang berjumpa di bulan Ramadhan ada beberapa pesan dan nasehat untuk kita semua dengan harapan kita melewati ramadhan ini lebih berarti.
Pesan pertama: Syukuri nikmat berjumpa dengan bulan Ramadhan
Diantara nikmat yang besar dimana Allah memberikan kesempatan kepada kita
berjumpa di bulan ramadhan ini, bulan yang penuh berkah/kebaikan kesempatan
kita untuk beramal, maka syukuri wahai para hamba Allah nikmat ini. Coba kita
pikirkan siapa yang sudah tidak bersama kita lagi ada bulan ramadhan ini, namun
Allah masih memanjangkan umur kita sehingga kita masih mempunyai kesempatan
untuk bertaubat kepada Allah dan beramal shalih. Allah Subhaanahu wata’aala
berfirman:
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لا تُحْصُوهَا
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat
menghitungnya.” (an-Nahl:18)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ ، وَصِحَّتَكَ
قَبْلَ سَقَمِكَ ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ،
وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Pergunakanlah yang lima sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum masa
tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu,
waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. al-Hakim no
7846 – an-Nasa’i no 11832 dan dishahhihkan oleh syaikh
Al-Albani di Shahih Al-Jami’ no 1077)
Wahai saudaraku siapa tahu ramadhan ini adalah ramadhan terakhir kita,
bukankah ramadhan yang dulu ternyata ramadhan yang terakhir untuk si fulan atau
si alan yang telah meninggal, atau belum tentu kalau kita berjumpa pada
ramadhan yang akan datang kita dalam keadaan sehat, bisa menunaikan ibadah
puasa, shalat terawih atau ibadah yang lainnya. Oleh karena itu perhatikanlah
hal ini wahai saudaraku. Jangan engkau sia-siakan atau engkau biarkan ramadhan
ini berlalu begitu saja.
Pesan kedua: Allah menciptakan kita hanya untuk beribadah kepada-Nya.
Marilah kita isi bulan ini dengan banyak beribadah kepada Allah, dengan
melaksanakan puasa, shalat terawih, membaca al-Qur’an, memperbanyak shadaqah
disamping ibadah-ibadah yang kita lakukan sehari-hari. Allah Subhaanahu
wata’aala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat:56)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ
ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa ramadhan kerena iman dan mengharap pahala, maka
akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no 38 dan Muslim no
1817)
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ
ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang mendirikan (shalat) malam pada bulan tramdhan kerena
iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR.
Bukhari no 37 dan Muslim no 1815)
Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ
بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم َحرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ
حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (al-Qur’an -ed) maka
baginya satu kebaikkan, dan setiap satu kebaikkan dilipatgandakan sepuluh kali
lipat kebaikkan yang sama dengannya, aku tidak mengatakan bahwa “alif lam min”
satu huruf, akan tetapi “alif” satu huruf, “lam” satu huruf dan mim “satu
huruf” (HR. at-Tirmidzi no. 2910 dan dishahihkan oleh syaikh al-Albani
dalam al-Miskaat : 2173 dari Abdullah bin Mas’ud)
Pesan Ketiga: Ibadah tidak diterima oleh Allah kecuali dengan memenuhi dua
syarat, ikhlas dan mutaba’ah (sesuai dengan apa yang
dicontohkan/dituntukan oleh Rasulullah).
Tentu seorang muslim mengingikan ketika menjalankan perintah Allah sesuai
dengan apa yang Allah inginkan, sehingga amalannya terhitung sebagai amalan
shalih yang kelak menjadi pemberat timbangan amalan kebaikannya. Amalan shalih
tidak diterima kecuali memenuhi dua syarat.
Pertama : Ikhlas
Sesorang harus ikhlas dalam ibadahnya hanya mencari ridha Allah, mengharap
pahala Allah.
Allah Subhanahu wata’aala berfirman:
أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (Az-Zumar : 3)
قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ
“Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.” (Az-Zumar : 11)
Kedua : Mutaba’ah (sesuai dengan apa yang dicontohkan/dituntukan oleh
Rasulullah).
Seseorang dalam melaksanakan ibadah kepada Allah harus sesuai dengan apa
yang dicontohkan atau diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa yang mengada-adakan perkara yang baru didalam urusan (agama)
kami ini apa yang tidak termasuk didalamnya maka amalannya tertolak “ (HR. Bukhari no
2697 dan Muslim no 4589)
Pesan Keempat: Mengilmui Tatacara Ibadah yang Ingin Kita Lakukan
Agar amal ibadah kita sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya inginkan
adalah dengan menuntut ilmu, belajar bagaimana taca cara shalat yang benar,
tata cara puasa yang sesuai dengan Rasulullah dan ibadah lainnya. Berkata
Asy-Syaikh Al ‘Allamah Shaleh Al Fauzan Hafidazhullah: “Demikanlah
seharusnya seorang muslim untuk mempelajari hukum shaum (puasa), dan berbuka,
waktu dan sifatnya. Sehingga dapat melaksanakan puasa sesuai dengan apa yang
disyariatkan, sesuai dengan sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi
Wassalam, sehingga puasanya benar dan diterima disisi Allah, maka yang
demikian itu (mempelajari puasa –pent) termasuk perkara yang penting
sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ
يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu, (yaitu) bagi orang yang berharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari
kiamat dan dia banyak menyebut Allah ” (Ahdzab : 21) (Al
Mulakhos Al Fiqhi : 306)
Pesan Kelima: Bersemangat Untuk Menganjurkan/Mengarahkan Kepada Kaum
Muslimin kepada kebaikan.
Antusias dan semangat kaum muslimin untuk melakukan kebaikan, ibadah dan
ketaatan kepada Allah secara umum meningkat di bulan ramadhan, maka dari itu
gunakan kesempatan ini untuk mengarahkan atau menganjurkan kepada mereka
perkara-perkara kebaikan. Ajak mereka ngaji di pengajian yang membahas
permasalahan agama dengan pemahaman yang benar, dakwahin mereka dengan cara
memberi buku atau majalah yang membahas tentang ilmu syar’i atau cara yang
lainnya.
Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ
تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Barangsiapa yang mengajak kepada pentunjuk (kebaikan –ed), maka dia selalu
mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi
dari pahala mereka sedikitpun” (HR. Muslim no. 6980)
Pesan Keenam: Meninggalkan Perkara-Perkara atau Majelis-Majelis yang Tidak
Bermanfaat.
Majelis-majelis ghibah, mengadu domba, permainan-permaian sia-sia seperti
amin karambol, catur atau yang lainnya. Sungguh bulan ramadhan adalah bulan
dimana kita harus meningkatkan amal ibadah serta ketaatan kita kepada Allah.
Bukan malah melewatkan dengan perkara yang haram atau sia-sia. Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ
فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
”Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan jelek dan perbuatan jelek
tidak ada kebutuhan Allah bagi hambanya untuk meninggalkan makan dan minum “ (HR. Bukhari dan
Muslim dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu)
Itulah diantara perkara yang penting untuk saya ingatkan untuk diri saya
sendiri dan kaum muslimin. Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita dan kaum
muslimin untuk mengisi bulan ramadhan ini dengan berbagai macam ibadah
dan amalan kebaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar