Asy-Syaikh Abdrurrahman bin Nashir As-Sa’dy – semoga Allah merahmatinya – berkata :
“Dan manusia dalam pengesaan Allah (tauhid)
itu memiliki derajat yang berbeda-beda, berdasarkan tingkat pengetahuannya
tentang Allah dan penegakan penghambaan kepada-Nya secara lahir dan batin.
Adapun yang paling sempurna tingkatannya
adalah seseorang yang memiliki pengetahuan terperinci tentang :
· Nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan dan
nikmat-nikmat-Nya.
· Mengetahui tentang apa yang Dia kabarkan dari makhluk-makhluk-Nya.
· Dan tentang hari akhir serta pembalasan yang
benar datang dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
· Dan ia memahami makna-maknanya dengan pemahaman yang benar.
Dengan itu hatinya penuh terisi
pengetahuan tentang Allah, pengagungan dan pemuliaan-Nya, rasa cinta, dan inabah(selalu kembali) kepada-Nya. Dan tertarik seluruh seruan-seruan hatinya
menuju Allah, menghadap kepada-Nya semata yang tiada sekutu bagi-Nya.
Seluruh gerakan dan diamnya murni karena
Allah Yang Maha Tinggi, tidak tercampur dengan tujuan-tujuan selainnya.
Maka ia telah merasakan ketenangan
kepada Allah dengan pengetahuan dan inabah (kepada-Nya), melakukan amal dan meninggalkan (karena-Nya).
Dan ia menyempurnakan jiwanya dengan ikhlash danmutaba’ah (mengikuti tuntunan
Rasulullah r). Dan menyempurnakan (jiwa) yang
selainnya dengan berdakwahkepada landasan (amal)
ini.
Dan tidak akan sempurna tauhid ini
baginya sampai ia ber-wala’(loyalitas) kepada orang yang beriman dan
bertauhid serta bara’ (berlepas diri) dari
syirik dan pelakunya. Dan ia ber-wala’ karena Allah dan
memusuhi karena Allah. Dan rasa cintanya mengikuti kecintaan Allah (kepada
sesuatu).
Kita memohon kepada Allah dengan
anugerah dan karunia-Nya untuk memberikan keutaaman kepada kita dengan seluruh
hal tersebut.”
(Al-Fatawa As-Sa’diyyah hal. 14)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar