Minggu, 01 September 2013

Tingkatan Manusia dalam Mentauhidkan Allah

Bismillahirrohmanirrohim. o


Asy-Syaikh Abdrurrahman bin Nashir As-Sa’dy – semoga Allah merahmatinya – berkata :
“Dan manusia dalam pengesaan Allah (tauhid) itu memiliki derajat yang berbeda-beda, berdasarkan tingkat pengetahuannya tentang Allah dan penegakan penghambaan kepada-Nya secara lahir dan batin.

Adapun yang paling sempurna tingkatannya adalah seseorang yang memiliki pengetahuan terperinci tentang :
·         Nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan dan nikmat-nikmat-Nya.
·         Mengetahui tentang apa yang Dia kabarkan dari makhluk-makhluk-Nya.
·         Dan  tentang hari akhir serta pembalasan yang benar datang dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
·         Dan ia memahami makna-maknanya dengan pemahaman yang benar.
Dengan itu hatinya penuh terisi pengetahuan tentang Allah, pengagungan dan pemuliaan-Nya, rasa cinta, dan inabah(selalu kembali) kepada-Nya. Dan tertarik seluruh seruan-seruan hatinya menuju Allah, menghadap kepada-Nya semata yang tiada sekutu bagi-Nya.
Seluruh gerakan dan diamnya murni karena Allah Yang Maha Tinggi, tidak tercampur dengan tujuan-tujuan selainnya.
Maka ia telah merasakan ketenangan kepada Allah dengan pengetahuan dan inabah (kepada-Nya), melakukan amal dan meninggalkan (karena-Nya).
Dan ia menyempurnakan jiwanya dengan ikhlash danmutaba’ah (mengikuti tuntunan Rasulullah r). Dan menyempurnakan (jiwa) yang selainnya dengan berdakwahkepada landasan (amal) ini.
Dan tidak akan sempurna tauhid ini baginya sampai ia ber-wala’(loyalitas) kepada orang yang beriman dan bertauhid serta bara’ (berlepas diri) dari syirik dan pelakunya. Dan ia ber-wala’ karena Allah dan memusuhi karena Allah. Dan rasa cintanya mengikuti kecintaan Allah (kepada sesuatu).
Kita memohon kepada Allah dengan anugerah dan karunia-Nya untuk memberikan keutaaman kepada kita dengan seluruh hal tersebut.”
(Al-Fatawa As-Sa’diyyah hal. 14)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar