(Asy-Syaikh Abdullah al-Jaarullah)
Muqaddimah
Segala Puji Bagi
Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabb semesta alam. Aku bersaksi tiada yang berhak diibadahi
selain Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak ada sekutu bagi-Nya.
Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan shalawat kepada beliau, keluarganya, sahabatnya dan orang yang mengikuti sunnah-sunnah beliau serta orang yang mendapatkan hidayah dengan bimbingan beliau hingga hari akhir.
Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan shalawat kepada beliau, keluarganya, sahabatnya dan orang yang mengikuti sunnah-sunnah beliau serta orang yang mendapatkan hidayah dengan bimbingan beliau hingga hari akhir.
Setelah itu,
merupakan suatu kewajiban bagi muslimin untuk mencintai Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa
sallam, menta'ati beliau dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi
larangan-larangannya serta membenarkan berita yang dibawa beliau. Itu semua
bisa menunjukkan realisasi
Syahadat Laa ilaha ila Allah dan Muhammad Rasulullah. Dengan itu dia bisa mendapatkan
pahala dan selamat dari hukuman Allah Subhanahu wa ta'ala. Tanda dan bukti hal
itu adalah dengan terus komitmen melaksanakan simbol-simbol Islam, baik dalam
bentuk perintah, larangan, penerangan, ucapan, keyakinan maupun amalan. Dan
hendaklah dia mengatakan : “sami'na wa atha'na (kami mendengar dan taat)”.
Diantara hal tersebut adalah membiarkan jenggot (tidak mencukurnya) dan memendekkan
pakaian sebatas kedua mata kaki yang dilakukan karena ta'at kepada Allah
Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul-Nya serta mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu
wa Ta'ala dan takut pada hukumanNya.
Kalau kita mau memeperhatikan
kebanyakan orang, -semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi hidayah kepada
mereka dan membimbing mereka kepada kebenaran - akan didapati mereka melakukan
perbuatan Isbal (menurunkan pekaian di bawah mata kaki) pada pakaian dan bahkan
sampai terseret di atas tanah. Itu adalah perbuatan yang mengandung bahaya
besar, karena menentang perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul-Nya dan
itu adalah sikap menantang, dan pelakunya akan mendapat ancaman keras. Isbal
dianggap salah satu dosa besar yang diancam dengan ancaman yang keras.
Beranjak dari
kewajiban untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa, saling nasehat
menasehati dengan kebenaran, menginginkan agar saudara-saudaraku kaum muslimin
mendapat kebaikan dan karena takut kalau mereka tertimpa hukuman yang buruk
akibat mayoritas orang melakukan maksiat.
Saya kumpulkan
risalah ini berkaitan dengan tema Isbal dan berisi anjuran untuk memendekkan pakaian
hingga diatas kedua mata kaki bagi pria serta berisi ancaman bagi yang
melakukan Isbal dan memanjangkan melewati mata kaki.
Larangan untuk
melakukan Isbal adalah larangan yang bersifat umum,apakah karena sombong atau tidak.
Itu sama saja dengan keumuman nash. Tapi, bila dilakukan karena sombong maka
hal itu lebih keras lagi kadar keharamannya dan lebih besar dosanya.
Isbal adalah suatu lambang
kesombongan dan orang yang memiiki rasa sombong dalam hatinya walaupun seberat
biji dzarrah tidak akan masuk surga, sebagaimana yang diterangkan dalam hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Maka wajib bagi seorang muslim
untuk menyerah serta tunduk, mendengar dan taat kepada
perintah Allah Subhanahu wa
Ta'ala dan Rasulullah sebelum kematian datang menunjunginya, bila sampai
demikian ia akan menemukan ancaman yang dulu telah disampaikan kepadanya.
Ketika itu dia akan menyesal dan tidak ada manfaat penyesalan di waktu itu.
Wajib baginya untuk bertaubat
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari maksiat isbal (memanjangkan celana) dan maksiat
lainnya. Hendaklah ia memendekkan pakaiannya di atas kedua mata kaki dan
menyesali apa yang telah dia lakukan selama hidupnya.
Dan hendaklah ia bertekad dengan
sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi maksiat-maksiat di sisa umurnya yang
singkat ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menerima taubat bagi orang yang mau
bertaubat. Seorang yang bertaubat dari suatu dosa seperti orang yang tidak
memiliki dosa.
Risalah ini diambil dari ayat
Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sabda Rasulullah serta ucapan para peneliti dari
kalangan Ulama. Saya mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia memberi manfaat
risalah ini kepada penulisnya, atau pencetaknya, atau pembacanya, atau
pendengarnya. Dan saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia
menjadikan amalan ini ikhlas untuk mengharap
wajahnya yang mulia dan menjadi sebab untuk mencari kebahagian Surga yang
nikmat.
Dan saya berharap agar Allah
Subhanahu wa Ta’ala memberi hidayah kepada Muslim yang masih melakukan Isbal
pada pakaian mereka unuk melaksanakan sunnah Nabi mereka, Muhammad Ibn Abdullah,
yaitu dengan memendekkannya. Dan saya berharap agar Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan
mereka sebagai orang orang yang membimbing lagi mendapatkan hidayah. Semoga shalawat
dan salam tercurah pada Nabi kita, Muhammad, keluarganya, dan sahabatnya dan
segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabb Semesta alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar